Skip to main content

Random

Gue nggak tau apa yang mau gue tulis, sebenernya. Tapi, gue cuma pengen share tentang apa yang gue alamin dengan mata-kepala gue sendiri.
Banyak banget hal yang udah gue lewatin, senang sedih, semuanya. Everything seem so complicated, at the surface. Tapi setelah gue menjalaninya
gue berusaha buat tetap santai dan fokus. Mungkin ini ya, belajar jadi dewasa. Jadi dewasa nggak cuma kerja dan punya duit, produktif,
lo bisa punya ktp dan sim yang jadi tiket lo melanglang jalan-jalan make mobil lo sendiri. BUKAN! menurut gue, dewasa itu, lo mateng,
lo punya pikiran. Jadi dewasa bukan berarti lo bisa sok ngajarin, sok ngebimbing, sok tua, sok tau segala hal, tapi jadi dewasa itu adalah saat di mana
lo harus belajar mengerti, mengerti akan kehidupan lo, sesama lo, yang lebih tua atau lebih muda.
Gue menyadari, sometimes, gue itu bocah, nggak ngerti apa-apa, dan gue merasa gue gak bisa nyelesain masalah gue sendiri, even though it was simple.
Ada kalanya gue merasa gue dewasa, padahal kenyataannya adalah, gue sok dewasa, etc.

Jadi dewasa, akan ada waktunya. Gue enjoy sebagai status gue sekarang, dan gak tau kenapa, gue merasa being grow up, is a little hard for me
mungkin karena sedari kecil, gue si bungsu yang ga mandiri-mandiri, cuma gede badan doang man! hahaha

Lo tau apa membuat, terkadang gue harus berpikiran dewasa? Gue sekarang udah SMA, dunia SMA udah mengagetkan gue. Persaingan, semuanya. Dalam prosesnya,
gue menemukan banyak temen gue yang pikirannya dewasa, sok dewasa, dan childish. I don't know why, i prefer the first and the third.
Gue belajar dari keluarga gue, specially mom and my sister, yang orangnya emang bebal. Kalau bokap gue, hmm, sometimes, he unstable just like me, hehe.
Mungkin karena dikelilingi oleh kewec-kewec ini ya, jadinya terpengaruh kami-kami ini, haha.
Gue bukan dari keluarga yang kaya tujuh turunan, sampe cicit-buyut apalah itu. Gue hidup sederhana, dan kadang seneng aja gitu ngeliat temen-temen gue yang hidupnya makmur,
yang punya uang berlebih untuk bersenang-senang. Misalnya, ada yang dibeliin ini, pergi ke mal ini, dsb.
Gue terkadang iri, pengen seperti mereka. Tapi, gue mulai membuka mata. Gue mulai berpikiran dewasa. Apa yang gue peroleh, ga bisa dihitung dengan harga, dengan uang.
Gue punya keluarga, yang ada di belakang gue, yang selalu ngajarin gue, apa itu berusaha, apa itu bertata-krama. Gue punya keluarga yang ngajarin gue mandiri,
yang udah jadi panutan dalam hidup gue, gue bersyukur dikasih otak yang masih bisa dipake buat berkarya.Dan gue bersyukur kalau Tuhan selalu ada buat gue.

Gue jadi dewasa, gue pengen ngasih sesuatu ke keluarga gue. Mungkin persepsi gue, gue pengen bisa ngajak nyokap ke Korea, cause that's what my mom dreamed of,
pengen bisa ngajak bokap keliling indonesia, pengen gitu ngeliat kakak gue sukses, ke jerman, belajar, semuanya.
Kebahagiaan mereka lah yang membuka mata gue, gue pengen meraih itu semua.

Jadi, bersyukurlah kalian semua yang sudah berlebih, yang punya keluarga yang bahagia, lengkap semuanya.
I'm not telling to be grow up now, enjoy your childish moments, cause those are fun :D
And, be grateful :)

Comments

Popular posts from this blog

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

Have You Ever : Miss The "Old" You ?

Halo semua, sebelumnya maafin ya, saya sering banget mengingkari mau nulis ini dan itu tapi pada akhirnya nggak kesampaian. Lazy is my biggest mistake, nowadays . Dan itu yang membatasi saya meraih target, dan segala sesuatu yang sudah saya rancang selama ini. Saat ini, saya sedang berlibur di rumah. Lumayanlah, satu minggu di rumah, bersama orang-orang yang amat-sangat saya sayangi dan kangeni (yang ketemunya paling kurang dari 30 hari dalam setahun). Ya, saya harus ngekost untuk kuliah di Semarang. Oke, masa-masa cengeng itu sudah berlalu dan nggak perlu saya ceritakan. Dan sempat juga ngunjungi makam Papo, ketemu ponakan yang sekarang sudah sangat gembul, namanya Adinda alias Adul, ketemu teman-teman SMA yang sekarang bertransformasi (kecuali Dela, masih lucu without effort , baik dan sabar nya tetep). Eh, I mean bertransformasinya cuma penampilan kok. Kemarin mereka (Naomi, Lisbeth, Yunita) berhasil sih bikin saya tertawa seharian. Di tempat umum. Mengenang masa-masa jaman SMA (l...

HOLIDAY BUDDIES : First Abroad Trip (Part 1 : Let’s Prepare This and That!)

Halo, semuanya! Seperti janji yang sudah-sudah, saya akan menceritakan kisah perjalanan saya pertama kali ke luar negeri bersama sobat-sobat. Trip kali ini memakan waktu 11-12 hari. Kenapa lama? Karena kebetulan kita main ke 2 negara. Apakah low budget ? Simpan sejenak kalkulatormu, kalau kami bisa, kenapa kalian enggak? Semua bisa karena menabung dan usaha. Jadi, kita bicarakan biaya nanti. Akan lebih sistematis kalau seandainya kita membahas satu-persatu mulai dari persiapan. THINGS YOU HAVE TO DO! 1. Tentukan Destinasi Penting banget karena ini adalah inti dari segalanya. Kamu mau kemana? Karena ini adalah liburan pertama kami, jadi kami memutuskan untuk ke negara lain yang tidak butuh visa namun harganya juga bersahabat. Pilihan jatuh ke Thailand dan Malaysia. Kami mencoret Singapura karena masalah waktu dan biaya. Kurs Dolar Singapura kurang bersahabat, bung! Selain itu, perjalanan bisa sampai 15-16 hari mungkin, kurang efektif bagi kami. 2.  ...