Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Med School

Drama Ngeklik Internsip (Part 2) : END!

I'm dying to get this announcement! Setelah beberapa minggu ini cukup hectic, saya baru kesampaian untuk menuliskan pengalaman ngeklik isip yang dag-dig-dug-dhuar itu. Karena sudah telat updatenya, jadi saya segera ceritakan saja ya, tentang jatuh bangun ngeklik isip. Note : sebetulnya agak hiperbola kalau dibilang drama. Tapi, ini adalah salah satu momen drama dalam hidup saya akhir-akhir ini. jadi, enjoy aja ya. kan kalo judulnya nggak drama, nanti kalian ngga mau baca lagi hahaha lol! Phase 1 : Survey! Sebulan atau dua bulan sebelum ngeklik, saya survey nih ya ke tempat ngeklik. Ngapain sih survey? Dasarnya adalah karena warnet ini jauh banget dari rumah saya, dan saya sangat asing dengan daerah ini. Kebetulan saya nganggur, saya memutuskan buat mengunjungi warnet-warnet ini. Dua warnet yang saya pilih adalah Mineski dan Supernova, dan dua-duanya berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Beneran buta daerah sana. Selain itu, saya juga sebenernya pengen tahu...

Drama Ngeklik Internsip (Part 1)

Beberapa pekan lalu, saya dan teman-teman ceritanya baru saja melakukan pemilihan wahana internsip. Internsip atau selanjutnya lebih enak disebut Isip, adalah momen "magang" satu tahun bagi dokter yang baru lulus dan sudah disumpah, dengan pembagian waktu 8 (delapan) bulan di Rumah Sakit dan 4 (empat) bulan di Puskesmas. Nah, Isip ini sebenarnya adalah pematangan seorang dokter baru untuk lebih luwes bekerja baik di Rumah Sakit ataupu pusat pelayanan primer seperti Puskesmas. Keberadaannya sendiri, walaupun sudah berjalan sekian tahun, tapi masih menuai pro dan kontra di kalangan para dokter, terutama bagi kami yang harus menjalaninya. Yang seru dari Isip ini, tak lain dan tak bukan adalah sesi pemilihan wahana. Ada sejuta jalan dan cara yang ditempuh demi memperoleh wahana yang diidamkan. Wah, kalo gitu ada wahana idaman dan ada wahana yang nggak favorit dong? BINGO! Memang, ribuan wahana telah disediakan, terbentang dari Sabang sampai Merauke. Tapi, sudah jadi raha...

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

[throwback story] Dari Mata Seorang Koas di Bangsal

#koasbercerita Dari Mata Seorang Koas di Bangsal Setiap jaga, seperangkat alat perang mulai dari tensimeter, temp, saturasi, semua tersimpan dalam satu tas, tas warna-warni. Kubawa yang biru, temanku merah, temanku lainnya hijau. Handphone siap di kantung kanan, pulpen dan list pasien yang hendak dipantau siap di kantung kiri, dan stetoskop menggantung dengan pasrahnya di leher. Jam 16.00, jaga pun dimulai. Dari satu bangsal ke bangsal lain, mendatangi pasien, melingkari tensi, mencatat, dan berulang sepanjang malam. Kadang bertemu pasien yang senang sekali tampaknya walau cuma ditensi, kadang bertemu pasien yang gelisah sampai kau terusik untuk kepo dan melihat rekam medisnya, kadang bertemu pasien yang tidur, atau...yang sudah bosan berhadapan dengan para dokter muda ini. Lalu, ada yang beda di jaga kali ini. Kulihat, ada sesuatu, yang biasa kamu lihat di film-film romance di bioskop. Kamu bisa melihat cinta. Ya, ada cinta di bangsal. Di kala bangsal itu pengap, kadang bau ta...

[throwback story] Ketika Koas Belajar Jiwa

#koasbercerita Ketika Koas Belajar Jiwa Belum genap seminggu aku ada di dalam stase Psikiatri. Ya, psikiatri, salah satu cabang ilmu kedokteran yang mempelajari tentang jiwa. Dokter spesialis jiwa. Ya, di pikiran banyak orang, pasti rumah sakit jiwa atau dokter spesialis jiwa cuma mengurus yang namanya orang depresi, orang cemas, dan tentunya orang gila! Hmm, awalnya aku pikir, berapa banyak sih di sekitar kita yang mengalami gangguan jiwa. Aku pikir, jumlahnya cuma sedikit, sedikit banget bahkan. Kalau stress doang sih, banyak.Bahkan sesama teman koas, atau ya diri kita sendiri sering banget menghadapi yang namanya stress. Tapi syukurlah Tuhan memberikan kita suatu mekanisme pertahanan jiwa yang matur, hingga boleh berdiri sampai saat ini. Tapi ternyata gangguan jiwa, dan lainnya...ratusan orang jumlahnya, baik pasien dan keluarganya harus berjuang menghadapi itu, setiap hari. Orang dengan gangguan jiwa itu, mungkin lucu. Lucu, saat kamu melihat ke orang itu, dan dia tertawa se...

Kita Nggak Tahu, Mau Apa

Kadang kita nggak tahu, Apa yang kita mau, apa yang kita pengen, apa yang mau kita tuju. Kadang satu hari terlewat dengan melakukan banyak hal yang nggak berguna, dan terbitlah penyesalan. Salah nggak sih kalau kita nggak tahu? Sebenernya, sering saya merenung tentang ini. Apa itu tandanya belum dewasa? Atau belum mampu ngurus diri sendiri? Apa karena belum kenal diri kita, lantas kita gagal. Katanya, manusia itu punya hati nurani, suara paling kecil yang ada di benak kita, yang mampu mengarahkan kita ke arah kebaikan, ke arah yang benar. Kadang saya merasa, hati nurani saya bisu. Sebisu itu, sampai saya nggak tahu, mau ke mana saya melangkah. Setiap melakukan sesuatu, saya merasa "ah, kayaknya nggak gini deh", atau pikiran lainnya yang mengatakan "Ah, kayaknya gue salah deh". Dan berulang. Sampai akhirnya saya stagnan di satu tempat. Sampai muncul satu teguran.. "Kamu egois" Saya mikir, "Hah, egois darimana?" Terus, saya buka...

Mahasiswi Kedokteran

Kayaknya seru ya, habis pada rame antara anak FK-FT di timeline. Ya, antara FK dan FT memang sesuatu, sejak dari dulu. Apalagi kalau ingat kisah cinta Pak Habibie, yang anak teknik sejati beristrikan seorang dokter. Jadi, saya iseng sih menulis ini. Bukan klarifikasi, karena saya nggak peduli apa yang dikata orang tentang kami, mahasiswa/i kedokteran, karena jujur kami sudah kewalahan dengan.....kehidupan kami sendiri. Ada jaga malam saat koas nanti, dan tugas praktikum saat S1, sama kayak anak kuliah lainnya. Pertama, sebelum menyelesaikan postingan ini, marilah kita bersyukur karena boleh mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Karena banyak di antara saudara/i kita yang pengen kuliah, tapi nggak kesampaian. Jadi, mari syukuri, dan pertanggungjawabkan gelar kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi (tumben banget nasionalisme gue tinggi) Nah, back to topic. Jadi kemarin kayaknya seru banget nih (seru aja mungkin untuk sebagian orang), terkait suatu pesan di suatu official account li...

(calon) Dokter Pencerita : Bu Suti dan Ca Mammae 10 Tahun

“Dok, ayo ceritakan sesuatu kepada saya,” ujar Bu Sarmini kepada seorang dokter muda yang sedang memeriksanya. Dokter muda bernama Andria itu, agak terkejut mendengar permintaan pasiennya. “Lho, ibu mau cerita tentang apa? Kok tumben bu?” Andria kaget, lalu tersenyum. Agak bingung tapi juga merasa lucu. Baru kali ini, ada pasien yang minta cerita darinya. Mengingat semua memori, imajinasi, semuanya ia simpan di otaknya. “Saya ini sedih, Mbak.. sopo jenenge Mbak Dokter?” tanya Bu Sarmini. “Nama saya Andria, Bu. Kalau ibu susah manggil nama saya, manggil mbak dokter mboten nopo-nopo , Bu,” jawab Andria. Paham kalau sering orang salah memanggil namanya. Jadi Andra, Anria, Andri, atau apalah. Dia punya kamus daftar “salah-sebut-nama-Andria”. “Hmm, ibu sedih kenapa?” Andria menarik kursi kosong, lalu duduk di samping tempat tidur Bu Sarmini.  “Mbak dokter, kulo habis periksa tadi sama dokter bedah. Katanya saya ini kena kanker. Tapi masih bisa dioperasi, kata Pak...

Depok - Semarang, Destinasi?

Feeling lost, huh? Source : https://www.hoxtonminipress.com/products/copy-of-collectors-edition-print-photo-book-8-lost-in-the-city Perenungan yang muncul tetiba, di siang hari nan cerah, hari Sabtu. Sebagai seorang yang sudah "merantau" (kurang cocok sih, karena saya merasa 400km masih bisa ditempuh alias pulang-pergi. merantau seolah nggak pernah pulang) hampir lima tahun, saya merasa Semarang sudah menjadi rumah kedua saya. Nggak menyangka, sebegitu sukanya saya dengan kota ini. Kota yang menjadi saksi dari berbagai momen suka duka yang saya rasakan selama ini. Bila di kota ini, ada ibu dan kakak saya, maka saya merasa tidak perlu kemana-mana lagi. Hingga timbul suatu pertanyaan yang datang berjubel-jubel saat lebaran kemarin.. "Nanti, mau praktik dimana?" Well, saya belum lulus, huhu. Begitu saja saya menjawabnya. Tapi, mau bagaimanapun pendidikan ini akan segera berakhir, dan semoga kelak kota yang saya senangi ini menjadi saksi pengambilan sum...

Memori

Sebelum memulai postingan ini, izinkan saya menyampaikan selamat merayakan lebaran untuk teman-teman semua! selamat mudik, selamat berlibur, dan tak lupa mohon maaf lahir batin atas segala kesalahan baik pikiran, perbuatan, perkataan yang saya buat hehe. anyway.. Memori.. Ya, memori. Ingatan, kenangan, akan sesuatu hal. Saya bersyukur masih boleh mengingat banyak hal yang dulu-dulu saya masih TK, atau ketika saya beranjak dewasa. Mulai dari yang menyenangkan sampai menyedihkan. Bicara tentang memori, identik dengan kembali ke masa kecil atau peristiwa penting yang terjadi di hidup kita. Memori saya waktu kecil, saya ingat saya pernah diceburin ke kolam ikan. Yang saya ingat waktu itu hanya basah, gelap, dan buih, serta bau amis dan licinnya lumut. Atau ketika pertama kali saya maju ke kelas karena guru saya menanyakan "siapa yang bisa gambar angka 5?", dan tiba-tiba di otak saya tergambar angka 5 dengan sempurna, lalu saya maju, menuruti apa kata otak saya tentang memor...

Aloe Vera vs. Timun

Halo, selamat hari Senin. Mumpung punya waktu luang, saya pengen berbagi cerita tentang sahabat saya. Sahabat selama di Undip, dan kelak sahabat selamanya sampai maut memisahkan, amin. (loh ambigu) Jadi kalau kemarin saya sudah mengungkit-ungkit nama cancan, mungkin baiknya saya mengungkit juga aloe vera vs timun ini. Mereka adalah tidak lain dan tidak bukan : Alem Pramudita Wibowo, bisa dipanggil alem, lempish, dita (?), mas pram (??) dan Andika Agus Budiarto, bisa dipanggil andika, dik, dika, dikhet, coco, cocobi, bibir. Kenapa kita, manusia dari Depok, Wonosobo, dan Lamongan bisa bersatu di Undip? Nah selamat menyaksikan... Sewaktu S1 dulu, teman dekat saya banyak sih, ada anak-anak CDV (kebanyakan geng ga sih?), ada anak-anak kost Princess yang tidak lain masuk ke dalam cdv juga sejak dulu, sama cancan dan yeyek. Intinya, Alem dan Andika cuma tahu sebatas nama aja. Dan nggak kepikiran sama sekali kalau kelak kami akan sahabatan, kemana-mana bertiga ec jomblo hingga saat ini....

Life is Beautiful (seeing from the other side)

Halo, selamat hari Minggu! Semangaaaat, bentar lagi libur kan ya. Seriusan tahun ini puasanya kerasa cepet banget (ini kadang jadi ikutan puasa ec. temen-temen saya pada puasa semua, tak ada teman makan siang. Jadi mundur semua makannya pas maghrib). Kayaknya baru kemarin ngucapin selamat puasa, sebentar lagi udah mau lebaran aja. Sebenarnya mau nulis ini dari minggu lalu, tapi terlalu banyak alasan halang merintang (bahasa planet, sorry) buat nulis. Menunggu waktu luang biar nulisnya pakai penghayatan. Jadi, seminggu lalu, kurang lebih tepat seminggu lalu, saya merasa ada yang kurang beres dengan diri saya. Mungkin, efek PMS / premenstrual syndrome, mungkin juga yang lainnya karena saya ngerasa PMS nggak gini-gini amat. Saya abaikan tugas, bikin kasus, dll. Di kamar cuma tidur, minum. Udah males buat makan. Syukurlah ada sobat saya, Cancan yang ngajakin ke gereja. Seenggaknya jadi nggak mager buat gereja. Pagi itu, sekitar jam 8an, dia menjemput saya di ujung gang. Bersamaan saya ...