Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2011

One Week Without School Routine

Gah, I'm grateful, so much much to God, now I'm already fine, but I'm not ready to school *splash* Gehehe, jadi begini, seminggu yang lalu, hari Minggu pagi, hari di mana gue harusnya sehat walafiat, hari di mana gue udah planning sama nyokap buat jalan-jalan, hancur berantakan *prang* OKE SIP LEBAY -oo- Yah, jadi begini. Seminggu lalu, pas sabtu malem gue masih fine-fine aja. Masih ngeblog, masih nonton, masih makan, masih ngerjain BT. Terus keesokan pagi, tiba-tiba dunia serasa berkeliling (halah apa toh?) maksudnya gue pusing tak berkesudahan. Beneran muter loh. Masa gue ngerasa lemari gue gerak serasa bergelombang gitu, kayak gelombang transversal. Terus gue baru sadar itu jam 5. Gue langsung merubah posisi tidur dari tengkurep (karena gue ketiduran sambil ngerjain BT) (saya tekankan saudara : ABIS NGERJAIN BT), gue coba tidur lagi. Gue pikir ini karena tidurnya kelamaan, soalnya gue udah tidur sekitar jam 10.30 an gitu. Nah, jam 6 teng gue bangun, dunia masih ber...

She is a Ghost, She is Falling in Love (13)

Kalau angin berhembus, Ia akan selalu mengantar jiwa, Supaya jiwa itu bisa menyapa untuk terakhir kalinya, Maka itu, jangan pernah kau tutup jendela itu. Love you mom, Reana. Tante Erry memegang kartu ucapan itu. Kartu hari ibu, yang diberikan Reana tahun lalu. Tangannya gemetar. Di otaknya, sajak singkat itu selalu terngiang dan ia sudah hapal di luar kepala. Kartu itu agak lecek karena dilipat berulang-ulang oleh Tante Erry. Ia segera beranjak dari tempat tidur lalu membuka jendela lebar-lebar. " Ini mama buka jendela. Mama sudah buka yang lebar. Mama pengen Reana menyapa mama. Mama kangen," ujar Erry seorang diri. Angin pagi pun bertiup ke arahnya. Seolah-olah, angin itu menyapa Tante Erry. Tangisan kecil pun kembali menyeruak. Dadanya sesak lagi. Tapi ia lebih memilih sesak, dibanding harus menghadapi kenyataan kalau tiap pagi, tidak ada lagi tawa Reana. Tante Erry pun tersungkur lemas di lantai. Dia pikir dia akan pergi. Dia siap pergi bersama putrinya. ...

Twinnies4!

Hahaha, unyu sekali judulnya ya? Seunyu makhluk-makhluk yang ada di dalam kelas ini :D TWINNIES 4! Yup itu adalah kelas gue yang baru haha. Kelas XI IPA 4 yang kece dan menawan, cerdas dan cerewet, nice! Awalnya, gue nggak ngerti kenapa gue ditempatin di kelas ini (ya iyalah!). Gue merasa....minder! Minder abis haha. Dengan atmosfer "Kelas IPA" dan banyaknya manusia berotak baja, membuat mental gue meleleh. Dan gue juga ga terlalu deket, dalam artian sohib gue seperti Naomi, Afifa, dan lainnya udah nyebar bak partikel entah kemana. Paling dari BapoX5 cuma Ancha, Sharfan, Okta, Nita, sama Sabe. Nah lalu dimulailah hari-hari pertama sama Twinnies. Awalnya gue agak, kesepian. Wuahahaa, annoying banget bahasa gue. Abis gue beneran kayak nggak punya sohib. Lalu day by day, kita semakin mengenal satu sama lain. Dan disitu baru kebuka aib dan lelucon yang sering terlontar di tengah pelajaran. Terus kita pun makin hari makin seru dengan banyaknya jargon yang kita buat (cuma 2...