Skip to main content

Matahari, Bulan. Bintang (1)

"Egis, lo harus tauuu!" Sekar mendatangi sobatnya, terburu-buru. Tangannya memegang erat sebuah majalah. Egis yang sedang melamun sambil makan ketoprak di kantin, agak terkejut.
"Hah, kenapa lo? Ada yang penting banget ya, sampai lari terbirit-birit gitu?"
"Gisella, lo harus liat "Sastra" edisi bulan ini! Sumpah Egiiiiis!!! Isinya sangat....sangat.....ah, udahlah. Lo baca sendiri aja, gue sampai speechless," Sekar bicara dengan kecepatan cahaya tanpa ambil napas.  Sudah bisa dipastikan bahwa si nona rempong ini langsung ngos-ngosan. Ia diam untuk menghirup napas, sambil menyerahkan majalah "Sastra" pada Egis. Egis mengambil buku itu, lalu membolak-balik tiap halaman. Namun wajahnya tidak kalah datar dari jalan yang baru diaspal.

"Sumpah Egis, tumben banget ini anak-anak mading sekolah bikin artikel yang so sweet kayak gini. Gue baca aja sampe merem melek. Dan ini HARUS-LO-PRAKTEKKIN," Sekar sibuk promosi bak orasi menuntut kenaikan UMR.

"Apanya yang bagus deh? Ini....tentang cinta-cintaan kan? Kok tumben sih ngebahas beginian? Valentine udah kapan tau," Egis bicara dengan ketus. Sekar pun mengambil majalah dari tangan Egis, menggulungnya sehingga jadi seperti tongkat, lalu memukul kepala Egis, pukulan bercanda.

"Eh, Neng Geulis, lo harus liat, artikel yang judulnya "Matahari, Bulan, dan Bintang". Ternyata dari ketiga kata itu, kita bisa tau karakteristik pacar kita kayak apa. Nah, elo kan punya Angga, pacar lo yang kece tapi kayak patung. Kenapa lo nggak iseng dikit gitu, nanyain kuisioner ini ke dia?"

"Kenapa menurut lo gue harus nanya ke dia?" Egis mulai serius, kembali mengambil majalah dan membaca artikel yang dimaksud.

Sekar hanya menghela napas. Berpikir sejenak, bagaimana cara untuk menyampaikan segala unek-uneknya terhada Angga, pacar sahabatnya sendiri.

"Angga udah berapa lama ngediemin lo? Dia cuma sms lo doang kan? Nelpon pernah nggak? Nemenin lo makan siang ato nggak baca buku di perpus pernah nggak? Lo nggak tau kan, kalau udah ada sejuta gadis di sekolah ini yang mungkin tiap hari berharap, lo sama Angga makin jauh. Sebagai sobat lo, gue nggak rela kalo lo cuma dijadiin status without act," begitu selesai, tanpa permisi, Sekar langsung menenggak es teh manis yang dipesan Egis. Egis terdiam. Ia membaca sekilas, tepatnya hanya melihat judul.

Matahari, Bulan, dan Bintang.

Tak lama, bel pun berbunyi. Yes, saved by the bell, ucap Egis dalam hati. "Gue pinjem majalahnya, Kar. Gue balikin as soon as possible. Gue cabuut, dadaaah Sekaaaar," Egis langsung berlari menuju kelasnya. Meninggalkan Sekar, yang bingung dengan kelakuan sobatnya itu.


Comments

Popular posts from this blog

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

Have You Ever : Miss The "Old" You ?

Halo semua, sebelumnya maafin ya, saya sering banget mengingkari mau nulis ini dan itu tapi pada akhirnya nggak kesampaian. Lazy is my biggest mistake, nowadays . Dan itu yang membatasi saya meraih target, dan segala sesuatu yang sudah saya rancang selama ini. Saat ini, saya sedang berlibur di rumah. Lumayanlah, satu minggu di rumah, bersama orang-orang yang amat-sangat saya sayangi dan kangeni (yang ketemunya paling kurang dari 30 hari dalam setahun). Ya, saya harus ngekost untuk kuliah di Semarang. Oke, masa-masa cengeng itu sudah berlalu dan nggak perlu saya ceritakan. Dan sempat juga ngunjungi makam Papo, ketemu ponakan yang sekarang sudah sangat gembul, namanya Adinda alias Adul, ketemu teman-teman SMA yang sekarang bertransformasi (kecuali Dela, masih lucu without effort , baik dan sabar nya tetep). Eh, I mean bertransformasinya cuma penampilan kok. Kemarin mereka (Naomi, Lisbeth, Yunita) berhasil sih bikin saya tertawa seharian. Di tempat umum. Mengenang masa-masa jaman SMA (l...

HOLIDAY BUDDIES : First Abroad Trip (Part 1 : Let’s Prepare This and That!)

Halo, semuanya! Seperti janji yang sudah-sudah, saya akan menceritakan kisah perjalanan saya pertama kali ke luar negeri bersama sobat-sobat. Trip kali ini memakan waktu 11-12 hari. Kenapa lama? Karena kebetulan kita main ke 2 negara. Apakah low budget ? Simpan sejenak kalkulatormu, kalau kami bisa, kenapa kalian enggak? Semua bisa karena menabung dan usaha. Jadi, kita bicarakan biaya nanti. Akan lebih sistematis kalau seandainya kita membahas satu-persatu mulai dari persiapan. THINGS YOU HAVE TO DO! 1. Tentukan Destinasi Penting banget karena ini adalah inti dari segalanya. Kamu mau kemana? Karena ini adalah liburan pertama kami, jadi kami memutuskan untuk ke negara lain yang tidak butuh visa namun harganya juga bersahabat. Pilihan jatuh ke Thailand dan Malaysia. Kami mencoret Singapura karena masalah waktu dan biaya. Kurs Dolar Singapura kurang bersahabat, bung! Selain itu, perjalanan bisa sampai 15-16 hari mungkin, kurang efektif bagi kami. 2.  ...