Skip to main content

Patah Arang (Jangan Lupa, Bahagia)

Wah, judulnya serem juga ya. Patah Arang.Seolah hidup kita berhenti di satu titik dan kita tidak akan melanjutkan kehidupan.
Bukan mati, hanya saja hidup tanpa kehidupan. Di mana metabolisme kita berjalan seperti biasa, namun fungsi luhur kita menghilang begitu saja.

Ada poin di mana, saya merasakan hal tersebut. Bayangkan, di tengah kuliah, ujian, berbagai acara kampus, saya seringkali merasakan kesendirian. Aneh bukan, ketika kita berada di tengah keramaian, tapi pikiran kita tak sepaham. Dan akhirnya, merenung, tenggelam dalam pikiran kita sendiri, dan tidak mau melihat dari perspektif orang lain.

Saya lelah, mungkin itu yang membuat saya patah arang. Saya lelah menjalani kehidupan di mana saya kurang mengapresiasi diri saya sendiri. Di mana 3/4 pikiran saya habis untuk memikirkan orang lain di mana, mungkin-sebagian besar- orang tidak pernah terlintas diri saya di pikirannya. Mungkin saya pamrih, tapi mungkin saya pamrih karena lelah menjalani setiap harinya.

Sampai suatu ketika saya bercerita dengan seorang adik kelas, yang memiliki karakter cukup sama dengan saya. Ya, beda sedikit sih. Mungkin karena si adik ini merupakan seorang anak laki-laki, sehingga dia lebih santai dan saya lebih memikirkan segalanya (ya mungkin saya seorang hiperbola).
Dia mengatakan, "coba kak, banyak berdoa, dan andalkan Tuhan dalam segala sesuatunya,". Dan saat itu saya sadar, mungkin saya yang kelewat lupa diri dan lupa sama Tuhan. Tanpa Dia, mungkin saat ini saya luluh lantah dan lebih dari sekedar patah arang.

Dan tentunya, ibu saya yang berpesan untuk selalu mengukir mimpi setinggi-tingginya. Bayangkan nanti punya pasien, bayangkan bagaimana kita mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu kita selama ini, bayangkan semuanya, dan berbahagia.

Mungkin, saya lupa untuk berbahagia. Lupa menyadari kalau di sekitar kita pun masih banyak orang baik, hanya saja, di saat merasa sedih atau aura negatif menyelubungi kita, seolah pintu hati, dan pikiran kita tertutup begitu saja.


Berbahagialah, selagi hidup. Jalani hidup dengan nafas, dan dengan kehidupan.

Jangan lupa, bahagia.

Comments

Popular posts from this blog

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

Drama Ngeklik Internsip (Part 2) : END!

I'm dying to get this announcement! Setelah beberapa minggu ini cukup hectic, saya baru kesampaian untuk menuliskan pengalaman ngeklik isip yang dag-dig-dug-dhuar itu. Karena sudah telat updatenya, jadi saya segera ceritakan saja ya, tentang jatuh bangun ngeklik isip. Note : sebetulnya agak hiperbola kalau dibilang drama. Tapi, ini adalah salah satu momen drama dalam hidup saya akhir-akhir ini. jadi, enjoy aja ya. kan kalo judulnya nggak drama, nanti kalian ngga mau baca lagi hahaha lol! Phase 1 : Survey! Sebulan atau dua bulan sebelum ngeklik, saya survey nih ya ke tempat ngeklik. Ngapain sih survey? Dasarnya adalah karena warnet ini jauh banget dari rumah saya, dan saya sangat asing dengan daerah ini. Kebetulan saya nganggur, saya memutuskan buat mengunjungi warnet-warnet ini. Dua warnet yang saya pilih adalah Mineski dan Supernova, dan dua-duanya berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Beneran buta daerah sana. Selain itu, saya juga sebenernya pengen tahu...

Euforia World Cup

Waa, saya lagi pengen nonton bola! Tepatnya lagi hot-hotnya nonton bola. Bukan berarti bola gelinding, terus gue pantengin sampai jereng, tapi nonton World Cup. Yup, ajang sepakbola terbesar yang diadain 4 tahun sekali ini ditunggu jutaan umat manusia, salah satunya gue. World Cup emang beda dari cup-cup yang lain. Kalau menurut gue, tayangan wajib nonton adalah Euro sama World Cup. Dan jagoan kali ini dan selamanya tak lain dan tidak bukan adalah G e r m a n y.. OK, sekarang bukan saatnya ngomongin siapa yang bakal juara atau siapa tim favorit. Tapi tentang euforianya, tentang ramenya ajang sepak bola ini, tentang hebohnya, dan tentang sukacitanya. Banyak banget orang-orang Afrika yang (maaf) lagi kesusahan, tapi bisa sejenak senang-senang gara-gara si world cup, yah pokoknya, World Cup membawa kebahagiaan. Gak sekedar pertarungan antara tim dari negara mana yang paling hebat. It gives some spirits, happiness, and laughs to all people. Personally, I'm admiring to Soccer. Not just ...