Skip to main content

Bali (Finally Posting) (Part 1)

Dan dengan penuh hoax, akhirnya saya ngepost juga uyeah.
Dari yang tadinya dijanjikan seminggu, menjad sebulan haha.

Yak. Jadi, here's my story.


B A L I

Berkah luar biasa dari Tuhan, ketika aku/gue/saya (masih bingung pakai apa) dapet jatah liburan ke Bali. Dalam rangka apa sih? Yak, jadi aku dan teman-teman tersayang (sebut saja Alem dan Andika) memutuskan ikut lomba Video di Scientific Atmosphere 9 yang diadakan oleh FK Universitas Udayana. Dan alhasil, ternyata lolos men! Dan gak cuma kami, tapi ada teman-teman lain yang maha hebat (sebut saja Dana, Yasinta, Hani, Dimas, Vano, Mona, Tasya, Dina, dan Nadira) bisa bermain ke sana dan menjelajahi Bali.

Prolog
Aku nggak akan bisa nikmatin perjalanan seminggu di Bali kalau nggak sama Alem dan Dikhet. Serius. Kenapa gitu? Karena akulah apa dibanding mereka yang jago. Alem jago semua desain dan videonya, dan Dikhet so creative kalau bikin kata-kata yang unik. Da aku mah apa cuma ngumpulin data doang.
So, I am so grateful and thankful, and happy, and -I don't know what to say anyomore- to have you guys as a team. Semoga kita bisa berkarya terus sebelum memasuki dunia perCoAss-an.

Nah, setelah Prolog. Kita kenalan dulu sama SA 9 atau Scientific Atmosphere 9. Jadi, nih ya, tiap FK di Universitas di Indonesia, tiap tahunnya selalu punya acara ilmiah gitu, Kalo di FK Undip namanya Scientific Fair. Kalo di Unud namanya Scientific Atmosphere, kalo di UMJ namanya MajestyNas, dan lain-lain. 
Perihal SA, kenapa aku dan yang lain pengen banget tembus? Karena ini di BALI. Seumur-umur ke Bali belum pernah sampe lima kali, Dan pengen banget bisa ke sana, sekaligus liburan, dan sekaligus berkompetisi.
Ya intinya gitu deh. Siapa yang gamau ke Bali? Aku mah ga nolak.

Let's start from Day 1

Day 1
Monday, February 8th

Hari Senin kala itu dimulai dari beberes kamar yang beneran ngabisin waktu 8 jam, dari 8.00-16.00 buat beresin kamar yang berasa kayak gudang. Abis itu packing dan lain-lain. Jadi, rencananya, Aku, Alem dan Dimas bakalan berangkat dari Yogya besok paginya. Kenapa dari Yogya? Karena tiket Semarang-Bali mencapai 2-3kalinya.
Pokoknya, intinya kita berencana berangkat ke Yogya naik Joglo Semar. Pokoknya kita berangkat jam 7 malem. Tapi sempet kalang kabut, karena Alem awalnya ngira kita berangkat jam 8, dan biasa deh kondisi jalanan dari Semarang bawah ke Tembalang suka macet tak jelas. Pokoknya jam 7 kurang 5 menit Alem sampe kosan ditemenin kakak ipar sepupu Alem, Budenya Alem, dan disetirin Zona. Dan Dimas udah berkicau di chat board. Udah di ndes-ndesin karena kita tak kunjung datang. Dan ya karena si Jogsem ini emang on time gila. 5 menit langsung tinggal. Dan beneran pas kita sampe, muka bapaknya udah males banget. Langsung deh barang-barang segempol dimasukin semua dan kita duduk dengan.....hebohnya *fix malem itu dibenci satu mobil elf jogsem*. Mana telat, ribut pula.

Dan kita pun sampe di Jogja. Dijemput sama Anita, salah seorang teman Alem, anak FK UMY yang syukurlah bermobil sehingga aku Alem Dimas ga terlunta di Yogya. Dari situ, kami ke kedai roti bakar dan akupun ngeganjel perut pakai roti bakar taro *taro is MUCH BETTER than grinti* Robaknya lucu gitu dibakarnya pake daun pisang apa daun pandan gitu, Jadi roti bakarnya serasa....pepes -__-.

Yak skip abis itu yah, kita diajaki ke alun-alun Kidul Utara atau apa gitu. Boso kerennya sih Alkid. Di Alkid, aku sama Alem nyoba ngelewati Pohon Beringin gitu. Bukan pohon sembarang pohon, tapi ada cerita di baliknya. Kalau kita bisa melewati dua pohon kembar dengan mata tertutup, katanya kita orang yang tulus. Haha, jadi asal mulanya legenda ini dimulai dari putri Sultan Hamengkubuwono yang pertama. Beliau dijodohkan oleh seorang pemuda (yang kabarnya anak dari Prabu Siliwangi), namun sang Putri tidak yakin dan tidak terlalu mencintai si pemuda ini. Nah, akhirnya sang Putri ini memberikan syarat, apabila si pemuda ini literally mencintai sang putri dengan tulus, maka pemuda ini harus mampu melewati kedua pohon beringin -yang nggak bohong, besar banget- dengan kedua mata tertutup. Nah ternyata pemudanya berhasil dan menikahlah mereka.
Intinya, kalau kita ada keinginan atau apa gitu, kalau kita beneran tulus mintanya (minta ke Tuhan sih yang pasti), kita bisa ngelewatin kedua pohon itu dengan mata tertutup seperti si pemuda di legenda tadi.
Dan aku juga berhasil sih, setelah muter berkali-kali tapi. Kata Dimas sih. Jadi gatau bener apa engga.
Terus kita berencana menuju ke Bandara Adi Sutjipto. Nah aku lupa, sebelum ke Alkid ato Bandara gitu, kita sempet ke Tugu Yogyakarta. Yang mana, baru kali itu aku tahu ada tugu di Yogyakarta -_-. Dan kita foto disana seolah turis haha.

Sampai di Bandara Adi Sutjipto, ternyata....

ZONK.

Bandaranya tutupan.
Dan aku baru tau juga kalo bandara ada tutupnya (tapi perasaan dulu sih di film, kita bisa nginep di Bandara), So at that time saya resmi ngehoaxin temen-temen saya, Akhirnya pun, aku Dimas Alem memutuskan buat bobokan di Dunkin Donuts terdekat sampai nunggu bandara buka. Soalnya kita ngambil flight nam air yang paling pagi sekitar jam 6.30 am gitu.

Dan dini hari itu, kita habisin dengan ngadem di Dunkin Donuts.

Sekian deh day 1-nya.

Day 2-Day 7 next post yaaaaa :))




greetings.
S.

Comments

Popular posts from this blog

Have You Ever : Miss The "Old" You ?

Halo semua, sebelumnya maafin ya, saya sering banget mengingkari mau nulis ini dan itu tapi pada akhirnya nggak kesampaian. Lazy is my biggest mistake, nowadays . Dan itu yang membatasi saya meraih target, dan segala sesuatu yang sudah saya rancang selama ini. Saat ini, saya sedang berlibur di rumah. Lumayanlah, satu minggu di rumah, bersama orang-orang yang amat-sangat saya sayangi dan kangeni (yang ketemunya paling kurang dari 30 hari dalam setahun). Ya, saya harus ngekost untuk kuliah di Semarang. Oke, masa-masa cengeng itu sudah berlalu dan nggak perlu saya ceritakan. Dan sempat juga ngunjungi makam Papo, ketemu ponakan yang sekarang sudah sangat gembul, namanya Adinda alias Adul, ketemu teman-teman SMA yang sekarang bertransformasi (kecuali Dela, masih lucu without effort , baik dan sabar nya tetep). Eh, I mean bertransformasinya cuma penampilan kok. Kemarin mereka (Naomi, Lisbeth, Yunita) berhasil sih bikin saya tertawa seharian. Di tempat umum. Mengenang masa-masa jaman SMA (l...

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

HOLIDAY BUDDIES : First Abroad Trip (Part 1 : Let’s Prepare This and That!)

Halo, semuanya! Seperti janji yang sudah-sudah, saya akan menceritakan kisah perjalanan saya pertama kali ke luar negeri bersama sobat-sobat. Trip kali ini memakan waktu 11-12 hari. Kenapa lama? Karena kebetulan kita main ke 2 negara. Apakah low budget ? Simpan sejenak kalkulatormu, kalau kami bisa, kenapa kalian enggak? Semua bisa karena menabung dan usaha. Jadi, kita bicarakan biaya nanti. Akan lebih sistematis kalau seandainya kita membahas satu-persatu mulai dari persiapan. THINGS YOU HAVE TO DO! 1. Tentukan Destinasi Penting banget karena ini adalah inti dari segalanya. Kamu mau kemana? Karena ini adalah liburan pertama kami, jadi kami memutuskan untuk ke negara lain yang tidak butuh visa namun harganya juga bersahabat. Pilihan jatuh ke Thailand dan Malaysia. Kami mencoret Singapura karena masalah waktu dan biaya. Kurs Dolar Singapura kurang bersahabat, bung! Selain itu, perjalanan bisa sampai 15-16 hari mungkin, kurang efektif bagi kami. 2.  ...