Skip to main content

Hidupku, adalah Aku

Happy New Year, people said.
Welcome 2017, people said.
I hope this year gonna be awesome.

--

Di saat biru langit menyapa
Di saat kegundahan tertutup cerahnya cuaca
Di situ terkadang bingung, bagaimana menentukan arah

Untuk bahagiakah?
Untuk bersedihkah?

Aku mencoba untuk menghapus air mata,
Kucoba untuk terus menggaris kebahagiaan di tengah kerikil,
yang menusuk, dan membuatku berdarah

Karena aku takut, jika bahagia hanya berlangsung sementara
Dan sedih menetap lebih lama atau selamanya

Apalah aku ini, yang hanya sebutir debu mencoba menggaris nasibnya sendiri
Tapi setidaknya aku bisa hidup di dalam pikiranku,
Di mana orang berpikiran berbeda

Keanehanku, Ketidakwajaranku
Semuanya indah, menurutku
Tapi aneh di mata mereka

Kubiarkan semua berlalu seperti angin,
Seolah tidak terlihat dan rasanya tidak membekas

Kubiarkan kebahagiaan menyetir diriku,
Melewati tiap lembah dan terjal di dalam detik yang berjalan

Hidupku..adalah aku

(Ditulis tanggal 15 Januari, di Desa Plelen, di halaman belakan Bapak Lurah saat sedang mengamati langit dini hari, dan menikmati dinginnya angin yang berhembus, dan heningnya suara pagi)

Comments