Skip to main content

Posts

Nothing's Permanent, Except...

Love, isn't permanent People could have their Love Lost moment, sometimes They screwed up all the things, and here comes the bad feelings such as hate, angry, whatever People, aren't permanent They change, A lot of causes can make people change. Let's say : money. Appearance, isn't permanent See, thousand women buy some anti aging products, wondering if their face in 50's still same like their face in 30's  or younger than that. Natures, aren't permanent Let's see the Lumpur Lapindo. Let's see, a wonderful garden turns into a mountain of garbages Life, isn't permanent Some born, some have gone. Then what's permanent in this world? The Change Change is always there, As long as we live

Dunia Dongeng

Saya sering baca dongeng. Bukan dongeng yang kurcaci-kurcaci atau ada Putri Cantik dan Pangeran Tampan. Bukan dongeng tentang ramuan ajaib yang bisa bikin tidur seratus tahun itu, hehe. Tapi tentang cerita-cerita di novel, cerpen, ini, itu, tulisan temen, dan lainnya. Dan hampir semuanya itu, ya tentang cinta, pacaran, pasangan, nikah, dan lain sebagainya. Kalau di novel-novel itu, bagi saya, dunia nyata yang didongeng-dongengin. Dongeng yang masuk akal, dan ada kemungkinan itu terjadi. Ketika ada seorang cewek yang merasa menemukan jodohnya eh ternyata beneran. Ketika ada seorang cewek dan cowok yang musuhan, akhirnya jadi pacaran, bahkan nikah. Ketika ada ini, dan itu, akhirnya bersatu. Indah nggak? Indah lah jelas Pengen seperti itu nggak? ... Nggak tau deh, haha. Kadang, dorongan imajinasi, yang membuat saya jatuh ke dalam cerita-cerita manis itu. "Haa, demiapa endingnya begini?" atau "Ah, seandainya gue jadi si (tokoh dalam novel)", adalah hal...

Handwriting

Bye, Make yourself happy, enjoy your life, -stella
I'm Blessed. 18th and Blessed :)

Ayah, dengan Nama Papo

Sudah seminggu -hmm, lebih deng- ayah saya terbaring sakit. Awalniya beliau hanya merasa kakinya sakit lagi,dan sulit untuk berjalan. Biasalah, ayah saya memang punya rekam medis sebagai penderita asam urat. Walaupun -sebagaimana orang tua pada umumnya- memiliki sedikit masalah dengan asthma, hipertensi, dan lainnya, tapi sampai saat ini kondisi organnya baik-baik saja. Hanya memang, asam urat inu kerap kali jadi "langganan" ayah saya. Saya bukan mau cerita tentang penyakit atau komplikasi atau ini-itu tentang ayah saya, Papo, (saya memanggil dengan sebutan papo, warisan dari kakak saya). Tapi saya mau cerita, tentang..ya tentang sisi lain dari Papo ini. Papo itu, mirip sama saya. Kebetulan, fenotipe saya adalah dominan papo, sedangkan kakak saya, Mbak Dhita,dominan mami. Kalau soal sifat, lumayan mirip juga. Beliau kadang temperamen, panik, dan suka ribet sendiri. Saya juga begitu. Kakak saya juga. Ya intinya kalo soal sifat, kami merata lah hehe. Terus, saya inget, dulu ...

Tumpahkan Air Mata

Tumpahkan tiap kesedihanmu Dalam bulir air mata, Karena Ia menciptakannya untuk itu.. Jangan malu.. Menangis bukan dosa, bukan hina Tiap tetes yang kau jatuhkan, Jatuh sampai di tanah, Akan tumbuh tunas kebahagiaan Walau tumbuh lama, Tunas akan tumbuh...kambium akan menguatkannya.. Kambium itulah harapanmu Habis gelap terbitlah terang, Habis terang, terbitlah rasa tak patah arang Kau menangis hari ini Kau tertawa esok hari..

Dua Dunia

Kita dari dunia yang berbeda Di mana tak hanya cakrawala yang memisahkan kita Kita dari debu yang berbeda Tiap partikel yang menempel di diri kita masing-masing, Jauh dari sama Kita ada pada waktu yang satu, Namun, pada jarak yang sangat jauh, Sampai cahayamu tak dapat menembus duniaku Rasanya, Tuhan jauh lebih dekat denganku Jadi aku mengadu kepadaNya, Bertanya, kenapa kita sebegitu jauh ditempatkan Pernahkah kau mengadu hal yang sama? Atau, memang kau lupa akan segalanya? Satu momen di mana kita hampir bertumbukan, lalu kita terpental sebegitu jauhnya.. Aku mencari jalan keluar, Tapi kau tampak diam..