Skip to main content

Intermezzo #4 : Mirrors and Happy New Year

Happy new year, all the populations who lives in this mother earth!

I wish you in 2020 will be a great year for continuing or starting a new journey. Whatever you want to do, just be kind.

Okay, kenapa judulnya Mirrors and Happy New Year?
Secara nggak sengaja, judul intermezzo kali ini muncul tetiba saja saat lagi masuk kamar dan ngelihat ke kaca. Wow, sekarang sudah 2020, di saat rasanya baru kemarin 2000, 2008, 2018, 2019 (yes those years just pop out randomly in my head). Tapi beneran deh, ternyata setiap tahun sudah berhasil ditempuh, entah baik atau kurang baiknya pengalaman yang didapatkan.

Mirrors, Cermin, Kaca. Kadang, di akhir tahun beberapa orang akan mencoba untuk berkaca lagi.
"Apa yang sudah gue dapat?"
"Apakah resolusi gue tercapai?"
"Apakah tahun kemarin tahun yang baik?'

dan sebelum semua pertanyaan terjawab, kadang kita langsung merumuskan suatu teori resolusi lagi di tahun ini, sambil tetap berkaca, dan kadang memicingkan mata.

"Oke, gue harus bisa dapet beasiswa!"
"Gue akan keliling dunia tahun ini!"
"Gue bakalan lulus tahun ini, dapet kerja bagus"

Gue suka semangat orang-orang seperti ini.

Tapi, saya memutuskan untuk "enough to make some resolution. let's just do it"

Langsung aja nih? Tanpa rencana?

Iya! Entah kenapa rasanya rencana membuat saya terlalu memikirkan segalanya. Jujur, belum ada rencana apa habis ini. Dan saya tahu juga, nggak bisa kalau harus semengalir itu tanpa memikirkan banyak hal. Bagaimanapun, hidup juga harus terencana.

Tapi, lewat kaca 1995-2019, saya merasa bahwa perkembangan saya terjadi secara lambat, dan terlambat. Mungkin karena takut mencoba, karena terlalu banyak rencana.

Pada akhirnya, saya melepaskan sedikit demi sedikit. Bukan tidak bertujuan atau tanpa target. Mau menjalani dulu satu persatu, sambil mencari tahu, seperti yang ada di film, "Apa sih yang mau dikejar?" 

Pelan-pelan aku berjalan, pelan-pelan mau maju. Tapi di tahun 2020 ini, mau belajar lebih banyak, tentang apa itu hidup, tentang pekerjaan ini, tentang relasi saya dengan keluarga, teman. 

2020 akan menjadi tahun yang indah, tahun yang baik. Tiap tahunnya akan begitu. Yang penting, kita jalani perlahan. Let's live the life, to the fullest!


happy new year
-Stella-

Comments

Popular posts from this blog

(Bukan) Tips and Tricks UKMPPD!

Sudah seabad tidak menulis, akhirnya tergerak nulis setelah beberapa saat lalu ada adik-adik yang nanya : "Kak, bentar lagi UKMPPD, huhu" "Kak, lesnya gimana?" "Kak, aku ikut les yang mana ya kak?" Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah beberapa (dari sekian) pertanyaan yang saya ajukan ke kakak-kakak yang sebelumnya sudah lulus UKMPPD sebelumnya. Jujur, dari sekian banyak hal yang saya takutkan, UKMPPD ini adalah salah satunya. Kalau ditarik beberapa bulan ke belakang, masih nggak nyangka bisa lulus. UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter) merupakan ujian akhir yang pastinya harus dilewati setiap mahasiswa kedokteran di Indonesia untuk dapat lulus dan akhirnya disumpah menjadi seorang dokter. Karena ujian ini betul-betul yang terakhir sebelum memperoleh gelar dokter, makanya perjuangannya gila-gilaan. Tapi, harus segila apa sih? Tulisan ini, seperti judulnya : Bukan Tips and Tricks, maka isinya memang bukan gimana caranya kita lul...

Drama Ngeklik Internsip (Part 2) : END!

I'm dying to get this announcement! Setelah beberapa minggu ini cukup hectic, saya baru kesampaian untuk menuliskan pengalaman ngeklik isip yang dag-dig-dug-dhuar itu. Karena sudah telat updatenya, jadi saya segera ceritakan saja ya, tentang jatuh bangun ngeklik isip. Note : sebetulnya agak hiperbola kalau dibilang drama. Tapi, ini adalah salah satu momen drama dalam hidup saya akhir-akhir ini. jadi, enjoy aja ya. kan kalo judulnya nggak drama, nanti kalian ngga mau baca lagi hahaha lol! Phase 1 : Survey! Sebulan atau dua bulan sebelum ngeklik, saya survey nih ya ke tempat ngeklik. Ngapain sih survey? Dasarnya adalah karena warnet ini jauh banget dari rumah saya, dan saya sangat asing dengan daerah ini. Kebetulan saya nganggur, saya memutuskan buat mengunjungi warnet-warnet ini. Dua warnet yang saya pilih adalah Mineski dan Supernova, dan dua-duanya berlokasi di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Beneran buta daerah sana. Selain itu, saya juga sebenernya pengen tahu...

Euforia World Cup

Waa, saya lagi pengen nonton bola! Tepatnya lagi hot-hotnya nonton bola. Bukan berarti bola gelinding, terus gue pantengin sampai jereng, tapi nonton World Cup. Yup, ajang sepakbola terbesar yang diadain 4 tahun sekali ini ditunggu jutaan umat manusia, salah satunya gue. World Cup emang beda dari cup-cup yang lain. Kalau menurut gue, tayangan wajib nonton adalah Euro sama World Cup. Dan jagoan kali ini dan selamanya tak lain dan tidak bukan adalah G e r m a n y.. OK, sekarang bukan saatnya ngomongin siapa yang bakal juara atau siapa tim favorit. Tapi tentang euforianya, tentang ramenya ajang sepak bola ini, tentang hebohnya, dan tentang sukacitanya. Banyak banget orang-orang Afrika yang (maaf) lagi kesusahan, tapi bisa sejenak senang-senang gara-gara si world cup, yah pokoknya, World Cup membawa kebahagiaan. Gak sekedar pertarungan antara tim dari negara mana yang paling hebat. It gives some spirits, happiness, and laughs to all people. Personally, I'm admiring to Soccer. Not just ...