Skip to main content

Posts

Yuk, Bangun

Yuk, bangun Bangun dari segala amarah Bangun dari segala lelah Jangan merasa menang, jangan merasa kalah Yuk, bangun Yang namanya "masalah" Tidak akan pernah enyah Beriringan, berjalan searah Yuk, bangun Buka mata, tarik napas Jangan mengumpat, jangan kau anggap naas Jangan membakar api, saat suasana tengah panas Yuk, bangun Kita buat jernih pikiran ini Berdiri walau seorang diri Bak lidi yang terpisah dari lini Kadang walau sendiri pun Kita harus bangun Walau rapuh, tak boleh rabun Walau lelah dan malas, tetap dipaksa tekun Pada akhirnya, tidak ada yang bisa diandalkan Selain diri dan Tuhan Walau kelam dan mencekam Walau jejak tak terekam Walau kelak hilang dan tenggelam Yuk...Bangun... (Ditulis saat seharian merasa tidak ada tenaga, merasa tidak ingin melakukan apapun, saat berbagai tugas mengalir dan didiamkan. Memutuskan untuk rehat sejenak, dan menulis untuk menenangkan diri)

Hujan

Sendu, rintik, basah Apalah beda dengan air mata? Ketika hujan turun perlahan, Seolah langit terisak Tergerus harapan, bak debu terinjak Awan menutupi, henti sejenak Matahari mengintip di sela Seolah berpura tawa Hangat hitungan detik, tak lama dingin menggelitik Payung dilupakan, benteng hati diruntuhkan Kala hujan, pikiran berkelana Menunggu kapan awan tiba Memberi nyaman walau belaka Sampai kapan hujan? Sampai kapan dingin? Sampai kapan tersembunyi dalam pikiran? Sampai kapan, menunggu cemara selebat beringin? Sampai kapan, menunggu? (Ditulis di suatu Kamis Sore Langit Kelabu, saat menunggu hujan reda, duduk di bangku stasiun. Ditemani segelintir orang yang sama-sama takut kehujanan)

"Leyeh-leyeh" (Sebuah Cerpen di Januari)

Alkisah, ada dua insan bernama si Sendok Emas dan Si Jelata. Mereka berdua lahir di waktu yang sama, dengan jam, detik, dan menit yang sama, kala fajar menyingsing. Takdir mempertemukan mereka entah bagaimana. Walaupun berada di tanah yang sama, Sendok Emas tinggal di istananya, dan Jelata tinggal di sebuah rumah kecil yang dibangun Sendok Emas, suatu tempat di pojokan. "Kamu, sahabatku. Jadi kita harus tinggal berdekatan" ujar Sendok Emas suatu hari. Jelata hanya mengangguk. "Tapi aku tidak akan pernah memanggilmu dengan sebutan Tuan, seperti para pelayanmu," Sendok Emas bingung, "Kenapa? Sejak lahir semua orang memanggilku Tuan Muda. Kok kau berani memanggil namaku?" Jelata tersenyum. "Hai Sendok Emas, kau bilang aku sahabatmu, bukan? Seorang sahabat memanggil satu dengan yang lain dengan nama. Kita sederajat, bung. Kaya tidak membuatmu lebih tinggi dariku." Sendok Emas menyetujuinya. Sejak hari itu, ia berjanji untuk selalu mendengarkan Jelata...

Day #1 on 2021 : Lie

 Before this day ends, I just want you to know that I spent the rest of the day by lying. I lie to myself, thinking that today is the newest day, the different air, different person, different goals and the new notebook to keep my plan works. Nope, I was lying. I lie that from today and the next day, and perhaps forever that I can changing myself for a night and lasts for the rest of my life but still it is hard. I lie when I told you I'm okay, but actually my mental is quite okay, but my stomach burns me a lot today. It is getting painful until I'm going to sleep. Too many minds haunted me. But I know that the meaning of first day of the year is always excites me. No matter how hard but I always lying and promising myself. I hope I only lying today. I hope those lies, now started to become a little thing that is true. Such as, write what is in my mind. Can I promise to you to write one thing one day? So, I hope I'm not lying. I love writing, I love it, I really do. Because...

Intermezzo #13 : Analogi Goreng Bakwan :Bekerja Jangan Disambi (Ditulis oleh Orang yang Suka Nyambi dan Terdistraksi)

Sebelumnya maaf apabila rangkaian kata dan tanda baca masih salah peletakannya. Agak pusing karena ditulis di sembari berangkat naik KRL. Tulisan ini sudah terpikir sejak minggu lalu, tapi baru sempat kekirim sekarang.  Minggu lalu, saya iseng disuruh dan menyanggupi goreng bakwan jagung. Menurut saya, goreng bakwan jagung atau bakwan sayur, bagian yang menyebalkan adalah menunggu adonan matang di penggorengan. Belum lagi mengatur apinya. Terlalu besar jadi gosong, terlalu kecil justru tidak matang-matang. Saya yakin, para pembaca sekalian paham dan paling tidak sekali seumur hidup pernah merasakan sabar-sabar gemas menunggu gorengan matang, "sampai kuning keemasan" kalau kata Bu Sisca Soewitomo dulu. Kemarin ketika saya menggoreng, rupanya api yang saya pasang terlalu kecil. "Duh, nanti kegedean sedikit gosong nih". Akhirnya saya putuskan adonan setengah matang itu saya balik, dengan pemikiran kalau sisi lainnya sudah setengah matang, sisi sebelahnya sa...

Hiraeth

 You're my Hiraeth, A home I never owned, A love that I never had A dream that I never reached Seeing you, drowned me in a valley of hopeful, yet it's painful I laugh, you laugh, but still I cry quietly   Through your eyes, I know things are so real,  Things are too impossible to be true I keep telling,  "It's unreal" But when I know you're there, my faith has broken I would like to say thank you For become my hiraeth For become a patron that never protect, For become a smile that never become mine For let me see you from far away even you never looked back But you bring me back to know What is love even it's an imagination For bring the ambiance and atmosphere Forever, my Hiraeth

Intermezzo #12 : Poems about Goodbye

(Goodbye, made with Canva) I feel the time is over, yet it's still ticking I'm overwhelming with the wave of life, driven me I'm scared to death, to what future is I've got to say goodbye To the person that accompany my ways To friends that cherished my usual day Friends gone Families stay, thank God Goodbye is  a relevant thing yet still hard to be faced Goodbye is an ordinary thing like a hello But somehow it's too hard to say goodbye except "goodbye dear problems of mine" or "goodbye, dear love that never been unsaid" I will found another new people Yet maybe I forget you It's just a poem about goodbye I'm changing you do too I will moving and so you will When we met in the corner of the street I hope I can read your eyes the way I can read yours now I hope there's no word between us only gaze I hope, forever things are simple even it's hidden in the darkest shade of blue Goodbye, au revoir!