Skip to main content

Posts

Have You Ever : Afraid to Say Goodbye ?

I am posting in less than 24 hours. It’s good right? Same like when you try to plant some plants and so you need them to give some water and fertilizers. So here I am trying to post as much as I can do, I try to fertilize this blog again Enough with the chit-chat Halo semua, hari ini Minggu 10 Juli. Ya, sekedar mengingatkan kalau sekarang H-2 kembali ke Semarang. When holiday ends, I feel bad inside. Bukan karena saya benci di Semarang. I love Semarang actually . Nggak tau kenapa, tapi ada sesuatu di kota itu yang sebenernya saya lebih prefer tinggal di sana. Saya benci pisah lagi sama Mami saya, sama Mbak saya, sama Bude, Adul dan lainnya. Cemen, right? Jadi, topik kali ini, tentang perpisahan. Berpisah tidak selamanya buruk. Berpisah dari mata kuliah yang terkenal sulit and we passed it , berpisah sama orang yang nyebelinnya setengah mati, dan berpisah dengan yang lainnya. But mostly, goodbye is all about losing something. Back to sadness. Saya sudah berp...

Have You Ever : Miss The "Old" You ?

Halo semua, sebelumnya maafin ya, saya sering banget mengingkari mau nulis ini dan itu tapi pada akhirnya nggak kesampaian. Lazy is my biggest mistake, nowadays . Dan itu yang membatasi saya meraih target, dan segala sesuatu yang sudah saya rancang selama ini. Saat ini, saya sedang berlibur di rumah. Lumayanlah, satu minggu di rumah, bersama orang-orang yang amat-sangat saya sayangi dan kangeni (yang ketemunya paling kurang dari 30 hari dalam setahun). Ya, saya harus ngekost untuk kuliah di Semarang. Oke, masa-masa cengeng itu sudah berlalu dan nggak perlu saya ceritakan. Dan sempat juga ngunjungi makam Papo, ketemu ponakan yang sekarang sudah sangat gembul, namanya Adinda alias Adul, ketemu teman-teman SMA yang sekarang bertransformasi (kecuali Dela, masih lucu without effort , baik dan sabar nya tetep). Eh, I mean bertransformasinya cuma penampilan kok. Kemarin mereka (Naomi, Lisbeth, Yunita) berhasil sih bikin saya tertawa seharian. Di tempat umum. Mengenang masa-masa jaman SMA (l...

Bali (Finally Posting) (Part 1)

Dan dengan penuh hoax, akhirnya saya ngepost juga uyeah. Dari yang tadinya dijanjikan seminggu, menjad sebulan haha. Yak. Jadi, here's my story. B A L I Berkah luar biasa dari Tuhan, ketika aku/gue/saya (masih bingung pakai apa) dapet jatah liburan ke Bali. Dalam rangka apa sih? Yak, jadi aku dan teman-teman tersayang (sebut saja Alem dan Andika) memutuskan ikut lomba Video di Scientific Atmosphere 9 yang diadakan oleh FK Universitas Udayana. Dan alhasil, ternyata lolos men! Dan gak cuma kami, tapi ada teman-teman lain yang maha hebat (sebut saja Dana, Yasinta, Hani, Dimas, Vano, Mona, Tasya, Dina, dan Nadira) bisa bermain ke sana dan menjelajahi Bali. Prolog Aku nggak akan bisa nikmatin perjalanan seminggu di Bali kalau nggak sama Alem dan Dikhet. Serius. Kenapa gitu? Karena akulah apa dibanding mereka yang jago. Alem jago semua desain dan videonya, dan Dikhet so creative kalau bikin kata-kata yang unik. Da aku mah apa cuma ngumpulin data doang. So, I am so grat...

BALI (Prolog)

Henjir, gue baru saja menikmati masa-masa kemarin liburan plus lomba di Bali. Bali. IYA BALI. Call me alay, tapi soon (seminggu lagi deh ya), gue mau cerita banyak tentang kehidupan gue seminggu di Bali, bersama sahabat-sahabat luar biasa, dan gue memetik banyak moral kehidupan di sana. OKAY, SEE U NEXT WEEK!

Menjaring Angin

Kamu, adalah anginku Aku selalu bisa merasakan Tiap hembusanmu, yang mendesir halus Kamu, adalah anginku Yang selalu bisa kurasakan dinginnya, Atau hangatnya  Anginku, tempat aku bisa merasakan bahwa jiwa dalam aku tak sendiri Tapi tetap, aku tetap tak bisa Aku tak bisa tahu apa itu wujudmu Yang kurasakan adalah kesejukan, Atau kehangatan Yang berganti tiap saat Kadang, ingin aku menyentuhmu, Layaknya sebuah tangan yang ingin kupegang, Erat, seerat  anak kecil yang memegang balon, Jangan sampai hilang Jangan sampai melayang Terbawa udara yang bergerak, melintasi benua Aku ingin menjaringmu Menjaga agar kamu tak usah kemana-mana lagi Cukup disini Jangan pergi Jangan pergi datang lalu pergi lagi Tapi, Anginku bukanlah anginku Anginku terbang menuju dia Anginku menghilang dan mungkin selamanya tak bisa Tak bisa kupegang, Bahkan tak bisa kurasakan lagi  

Patah Arang (Jangan Lupa, Bahagia)

Wah, judulnya serem juga ya. Patah Arang.Seolah hidup kita berhenti di satu titik dan kita tidak akan melanjutkan kehidupan. Bukan mati, hanya saja hidup tanpa kehidupan. Di mana metabolisme kita berjalan seperti biasa, namun fungsi luhur kita menghilang begitu saja. Ada poin di mana, saya merasakan hal tersebut. Bayangkan, di tengah kuliah, ujian, berbagai acara kampus, saya seringkali merasakan kesendirian. Aneh bukan, ketika kita berada di tengah keramaian, tapi pikiran kita tak sepaham. Dan akhirnya, merenung, tenggelam dalam pikiran kita sendiri, dan tidak mau melihat dari perspektif orang lain. Saya lelah, mungkin itu yang membuat saya patah arang. Saya lelah menjalani kehidupan di mana saya kurang mengapresiasi diri saya sendiri. Di mana 3/4 pikiran saya habis untuk memikirkan orang lain di mana, mungkin-sebagian besar- orang tidak pernah terlintas diri saya di pikirannya. Mungkin saya pamrih, tapi mungkin saya pamrih karena lelah menjalani setiap harinya. Sampai suatu ke...

Another Inspiration To Be A Doctor

Welcome Fifth Semester! Akhirnya setelah perjuangan capek-capek ria, sampai juga di semester lima. IPK? Waduh itu sih sama aja kayak nanyain berat badan haha. IPK haram hukumnya ditanyakan kepada mahasiswa, kecuali dari wajahnya terpampang jelas selempang Cum Laude. Semester 5, di modul 5.1 ini, kami mempelajari "Masalah pada Sistem Saraf dan Perilaku". Bahasa kerennya, materi ini didominasi sama materi Neuro-Psikiatri. Sebenarnya, entah kenapa saraf dan kawan-kawan adalah salah satu materi yang saya hindari karena paling nggak mudeng. Kayaknya harus belajar sendiri dan mereview lagi mengenai tractus-tractus yang luar biasa hebatnya dan mampu mengatur bagaimana sistem motorik, sensorik, otonom, bahkan nilai-nilai luhur mengenai baik dan tidaknya. Well, manusia indeed punya hati nurani, tapi ini literally secara ilmiah bahwa kita dengan berkat dari Tuhan mampu untuk menimbang, mengambil keputusan tentang apa yang baik dan tidak di bagian frontal otak kita. Hebat kan? Nah,...