Skip to main content

Posts

Kita Nggak Tahu, Mau Apa

Kadang kita nggak tahu, Apa yang kita mau, apa yang kita pengen, apa yang mau kita tuju. Kadang satu hari terlewat dengan melakukan banyak hal yang nggak berguna, dan terbitlah penyesalan. Salah nggak sih kalau kita nggak tahu? Sebenernya, sering saya merenung tentang ini. Apa itu tandanya belum dewasa? Atau belum mampu ngurus diri sendiri? Apa karena belum kenal diri kita, lantas kita gagal. Katanya, manusia itu punya hati nurani, suara paling kecil yang ada di benak kita, yang mampu mengarahkan kita ke arah kebaikan, ke arah yang benar. Kadang saya merasa, hati nurani saya bisu. Sebisu itu, sampai saya nggak tahu, mau ke mana saya melangkah. Setiap melakukan sesuatu, saya merasa "ah, kayaknya nggak gini deh", atau pikiran lainnya yang mengatakan "Ah, kayaknya gue salah deh". Dan berulang. Sampai akhirnya saya stagnan di satu tempat. Sampai muncul satu teguran.. "Kamu egois" Saya mikir, "Hah, egois darimana?" Terus, saya buka...

Perpisahan

"Aku udah biasa sama perpisahan, Stel" ujar seorang teman, saat saya bilang kalau saya sedih harus pulang ke Semarang lagi. Ya, begitulah setiap menghadapi perpisahan. Ada rasa tidak nyaman yang mengusik saya, entah saat sedang diam, saat sedang melamun, saat sedang kosong. Saya bukan Rizky Febian yang bilang Berpisah Itu Mudah. Selain menguruskan badan, berpisah adalah salah satu hal paling sulit yang saya hadapi. Tepatnya berpisah sama zona nyaman, asik. Zona nyaman itu apa? Berada sama teman-teman yang saya sayangi, bisa ketawa bareng, main bareng. Eh sekarang sudah harus jalan sendiri-sendiri. Iyalah, ngejar goal masing-masing. Mungkin harus berusaha sendiri itulah, yang membuat saya harus keluar dari zona nyaman. Selama ini saya merasa baik-baik saja, karena saya tahu saya punya teman-teman sekelompok, yang kemana-mana sepaket. Tapi sekarang, paket hemat yang paling laku. Alias, hanya kamu, diri kamu sendiri yang kamu bawa, kamu rawat, kamu dukung, dan kamu kembang...

Gitar Hilang dan Ego

Minggu lalu, saya terkena musibah. Ya, mau menyebut sial, musibah, rasanya berat. Mungkin baiknya, sedang tidak beruntung. Gitar satu-satunya, gitar kesayangan saya, si Sameer, hilang dibawa orang. Saya tidak akan menceritakan kronologi hilangnya kecuali bagi teman-teman, atau saudara yang berniat membantu mencari. Karena menuliskan semua itu cuma akan membuat saya makin sedih, drop , dan kembali ke fase blaming myself  lagi. Lagi . Terlalu banyak kenangan, sampai saya merasa gitar itu hidup. Gitar itu dulu saya mainkan sejak di Depok. Dengan lagu pertama yang saya mainkan adalah " When You Say Nothing At All" yang kuncinya G D C doang. Sesenang itu ketika seseorang yang nggak bisa apa-apa bisa menghasilkan suatu melodi dari gitar yang diidamkan sejak lama. Walaupun dulu ayah saya sempat protes, "Ngapain beli gitar yang senarnya kayak gini? Akustik gini kan sakit jari kamu. Nggak bakalan bisa bagus dalam waktu lama," kata ayah saya. Lalu beliau ambil gitar saya ...

HOLIDAY BUDDIES : First Abroad Trip (Part 1 : Let’s Prepare This and That!)

Halo, semuanya! Seperti janji yang sudah-sudah, saya akan menceritakan kisah perjalanan saya pertama kali ke luar negeri bersama sobat-sobat. Trip kali ini memakan waktu 11-12 hari. Kenapa lama? Karena kebetulan kita main ke 2 negara. Apakah low budget ? Simpan sejenak kalkulatormu, kalau kami bisa, kenapa kalian enggak? Semua bisa karena menabung dan usaha. Jadi, kita bicarakan biaya nanti. Akan lebih sistematis kalau seandainya kita membahas satu-persatu mulai dari persiapan. THINGS YOU HAVE TO DO! 1. Tentukan Destinasi Penting banget karena ini adalah inti dari segalanya. Kamu mau kemana? Karena ini adalah liburan pertama kami, jadi kami memutuskan untuk ke negara lain yang tidak butuh visa namun harganya juga bersahabat. Pilihan jatuh ke Thailand dan Malaysia. Kami mencoret Singapura karena masalah waktu dan biaya. Kurs Dolar Singapura kurang bersahabat, bung! Selain itu, perjalanan bisa sampai 15-16 hari mungkin, kurang efektif bagi kami. 2.  ...

To : You, yes you

Okay, first of all pardon me because I am gonna use my English, but of course with so.many failures in grammar. So, I am asking for some apologize before. And then, I am not gonna post this in my facebook page or my LINE timeline, because I kind embarassed to tell what I truly feel. So, I am sorry, if it feels too cheesy or something. Let's start. To : You, who I caught in my eyes since 2013 Well, hello it's me. The ugly bear called stella that kind of speechless from the day one I saw you. Suddenly my thoughts screaming "whoa, who are you?". There, I thought my feeling towards you just like "Yes, you are my senior. Of course there will be your charms that caught to my senses" So I just let it go sometimes. But everytime I meet you, every friday, I see you. And hope maybe if I able (to force myself) sitting near to you, or maybe just talk to you, I might have chance. Then, comes a game in one occasion that i won't remember, guessing the junior'...

The Art of Let Go (Late Post)

The Art of Let Go (Bingung harus melepas mimpi atau mempertahankannya) Seiring bertambahnya waktu, saya menyadari bahwa tidak selamanya semua sesuai dengan harapan, dengan ekspektasi, cita-cita, dan keinginan kita. Kadang, kita harus melepaskan sedikit, beberapa, atau suatu peluang besar. Mempertimbangkan ini dan itu. Karena saya sadar, saya memiliki keterbatasan. Berada di usia hampir seperempat abad membuat saya berpikir, mungkin saya mulai harus menyusun life goal yang realistis. Saya jujur punya banyak mimpi, yang kemudian saya klasifikasikan, layaknya kebutuhan. Ada yang Primer, Sekunder, Tersier. Tentunya tidak bisa saya jabarkan disini. Mulai dari lulus kuliah, sampai nonton konser artis kesukaan. Mulai dari keliling dunia, sampai berpikir kelak harus jadi wanita yang mandiri. Untuk sebagian orang, berani mengatakan : I HAVE TO REACH ALL MY DREAMS, MAKE THEM COME TRUE NO MATTER WHAT. Terlalu ambisius? Enggak. Buat saya itu namanya semangat. Bagus toh, berarti dia pekerja...

The World We Call : Instagram

Instagram, tempat di mana kita bisa melihat berbagai postingan foto, video, apapun yang memanjakan audio visual kita. Bahkan buat nyinyir atau menyebarkan gosip atau meramaikan berita kekinian ala ala netijen maha benar bisa ditumpahkan di kolom yang tersedia. Kita bisa pilih berbagai aktivitas, influencer, artis, seleb, artis K-Pop sampai bintang film favorit, semuanya terserah apakah jempol kita mau memencet "Follow" atau memberikan "Like" Asik? Asik banget. Mulai dari hitungan detik, menit, jam, kita ngescroll lini masa kita dan melihat teman-teman, atau siapapun yang kita follow, sambil like sana dan like sini. Di tengah kesibukan padat merayap, kita bisa lihat sosialita sedang berlibur keliling eropa. Di saat kita mikir besok mau makan warteg atau mau makan mahalan dikit tapi besoknya lagi harus bergantung sama indom*e, kita bisa lihat yang lain lagi ngefoto makanan yang instagrammable setelah diedit pake VSCO Terus mungkin ada juga yang bikin stories, pua...